Forum Kebenaran tentang Islam
http://forumkebenaranislam.forumbuild.com/

Tuhan yang sejati vs Tuhan yang palsu
http://forumkebenaranislam.forumbuild.com/viewtopic.php?f=3&t=4
Page 1 of 1

Author:  Admin [ Sat Sep 01, 2012 4:49 am ]
Post subject:  Tuhan yang sejati vs Tuhan yang palsu

1. Tuhan itu Kudus dan Mulia, Dia menciptakan manusia sama ibarat Orang Tua melahirkan anak-anakNya, Dia menciptakan dan memelihara; Dia tidak narcist, Dia tidak gila hormat, Dia tidak gila disembah, justru Dialah yang selalu mencintai anak-anakNya tanpa pamrih. Maka dari itu, apabila kita menjumpai ada “sesuatu” yang mengaku Tuhan, tapi dia ANGKUH dan MINTA DISEMBAH-SEMBAH, jelas ini bukan Tuhan, karena Tuhan yang Sejati akan jauh dari tabiat yang seperti itu. Satu kali saja dia berucap: “Sembahlah Aku!” Ini sudah cukup buat kita sebagai alasan untuk tidak mempercayainya. Jangan percaya kepada Tuhan yang demikian, sebab ini bukan Tuhan. Ini adalah contoh tuhan yang *****! Tuhan itu mulia, dan kalau Tuhan itu mulia, kenapa merengek-rengek minta disembah? Kecuali itu tuhan palsu. Tuhan cemburu kepada berhala bukan karena masalah penyembahannya, tapi karena manusia beribadah (memohon berkat dan perlindungan) kepada selain diriNya. Ibaratnya, orang tua yang sakit hati bila anaknya minta makan kepada tetangga, padahal orang tuanya mampu memelihara dg baik; atau, ibarat seorang suami yg sakit hati bila sang istri meminta nafkah pada tetangga sebelah rumah di depan mata sang suami secara terang-terangan. Bukankah ini merendahkan harga diri suaminya? Bukankah ini suatu penghinaan? Ya, seperti itulah perasaan Tuhan kepada kita.

2. Tuhan yang Maha Agung, Dia tidak akan pernah memuji-muji DiriNya sendiri, tetapi manusia dan para penghuni surgalah yang akan memuji-muji Tuhan karena kebaikan dan kekudusan-Nya. Sebab itu, apabila ada Tuhan yang memuji-muji diriNya sendiri, ini adalah model tuhan tak beres yang mesti kita jauhi.

3. Tuhan adalah Penguasa Tunggal, Satu-satunya, Tidak ada yang menandingi. Apabila Dia bersumpah, Dia akan bersumpah demi diriNya sendiri. Sebab itu, apabila ada Tuhan yang bersumpah demi bintang atau dengan benda lain selain DiriNya, ini adalah tuhan yang ****, dan ini saja sudah cukup buat kita sebagai alasan untuk tidak bisa mempercayainya sebagai tuhan.

4. Tuhan itu Esa, apabila Dia berfirman kepada manusia, Dia akan memakai kata ganti personal tunggal, “AKU”. Apabila ada Tuhan yang berfirman kepada manusia memakai kata ganti “KAMI”, maka ini bukanlah Tuhan yang Esa yang telah mengutus nabi-nabi di Israel. Ini adalah jenis tuhan yang berbeda. Ingat, ini tuhan yang sangat-sangat berbeda.


5. Tuhan ketika menyampaikan firman dengan perantaraan nabiNya, Dia akan menggunakan DiriNya sebagai Subyek yang harus dipatuhi. Nabi hanyalah sebagai alat, sebagai penerus kata-kataNya, sebagai penyambung lidahNya. Tuhan yang Sejati tidak akan menempatkan nama nabiNya sejajar dengan namaNya. Apabila ada tuhan yang demikian berarti ini adalah tuhan palsu bikinan manusia.

Author:  Admin [ Sat Sep 01, 2012 4:54 am ]
Post subject:  Re: Tuhan yang sejati vs Tuhan yang palsu

Untuk memudahkan pemahaman,
saya akan mencoba membandingkannya dengan salah satu kitab suci tertua di dunia, yaitu BIBEL.


PENJABARAN POIN 1. TUHAN TIDAK MINTA DISEMBAH-SEMBAH

Apabila kita teliti perkataan-perkataan Allah di dalam Alkitab, telusurilah mulai dari Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu, tak satu pun kita temukan perkataan: “Sembahlah Aku!” atau perkataan: “Apabila kamu sujud menyembah Aku, kamu akan masuk surga!”
Apabila kita temukan perkataan: “Sembahlah Allah!” Ini adalah permintaan malaikat, bukan Tuhan.

Justru yang kita temukan adalah perkataan ini:

“Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka ---> YANG MENGASIHI AKU dan YANG BERPEGANG PADA PERINTAH-PERINTAHKU.” (Keluaran 20:5-6)

Dan apa yang diperintahkan Nabi Musa kepada umat Israel?

"Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari
(1) takut akan TUHAN, Allahmu,
(2) hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya,
(3) mengasihi Dia,
(4) beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
(5) berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini,
supaya baik keadaanmu. (Ulangan 10:12-13)

Mengapa Nabi Musa tidak memerintahkan orang Israel: “Sembah-sembahlah Allah 50 kali sehari, supaya Tuhan senang!” Sebab Musa sudah mengenal tabiat Tuhan yang Sejati, Musa telah berbicara dengan berhadap-hadapan muka, Musa telah berkomunikasi sedemikian dekat dengan Tuhan, sehingga Musa sangat mengenal Pribadi Tuhan, apa yang Tuhan inginkan, apa yang Tuhan kehendaki agar umatNya lakukan. Musa sangat mengetahui hal itu.


Justru apa yang Muhammad lakukan adalah suatu PENGHINAAN BESAR buat Tuhan. Muhammad mengira Tuhannya Musa adalah Tuhan yang gila disembah-sembah, sampai dia mengarang cerita tentang perjalanannya ke langit tujuh bertemu dengan Musa, membicarakan perihal perintah sholat sebanyak 50 kali sehari! (Ket: Bacalah Kisah Isra Miraj).

Hanya tuhan sinting saja yg minta dirinya disembah-sembah 50 kali sehari!!!!!

Yang Tuhan inginkan adalah agar manusia berbuat benar, bukan jadi penjilat!

Muhammad telah menciptakan sosok Tuhan yang berkepribadian narcist, senang dirinya disembah-sembah, alias dungu! Dan sosok tuhan yang diciptakan oleh Muhammad ini sebenarnya merupakan gambaran dari pribadi Muhammad sendiri yang narcist.

Dalam suatu hadish dikisahkan, Muhammad berdoa kepada Tuhannya:

"Ya Allah, capailah untuk aku apa yang Engkau telah menjanjikan aku ! Ya Allah, bawalah apa yang Engkau telah janjikan dulu, Ya Allah! Jika kumpulan Muslim yang kecil ini terhapus, Engkau tidak akan disembah di Bumi ini.” (Sahih Muslim Jilid 3, 4360)

Dari doanya tersebut sangat nampak, kalau Muhammad menganggap Tuhannya itu sangat suka disembah-sembah, seperti ucapan Setan:

“Jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu." (Lukas 4:7)

atau seperti yang diriwayatkan oleh Rasul Matius:

"Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." (Matius 4:9)


Saudaraku, Tuhan memang HARUS kita sembah, tapi bukan Tuhan yang minta. Kita menyembah Tuhan karena kesadaran kita sendiri, bahwa Tuhan itu sungguh-sungguh Kudus dan Mulia, besar kasih setiaNya, tidak ada yang menyamai Dia. Tapi kalau sampai ada sosok Tuhan yang dengan sengaja minta diri-Nya disembah, itu bukan Tuhan, tapi SETAN. Tuhan yang Asli tidak pernah memberikan perintah seperti itu.

Dan sekarang, mari kita uji, apakah Tuhannya Muhammad memberikan perintah seperti ucapan setan tersebut, kita simak ayat Quran berikut:

QS 20:14
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”

juga dalam QS 21:92
“Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.”

juga dalam QS 29:56
“Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.”

Lihat.... ini adalah model ‘Tuhan’ yang menjijikkan!
Ini bukanlah tabiat Tuhan yang suci, tapi tabiat setan, yang mengutamakan penyembahan ketimbang perbuatan benar!

Saya akan memberi suatu ilustrasi untuk menggugah kepekaan Anda.

Anda disakiti oleh seorang kawan, diludahi, dihina, diolok-olok, bahkan ditindas habis-habisan. Anda tidak mampu melawan, sebab ia majikan Anda. Suatu hari, Anda menyaksikan dia sedang menyembah-nyembah Tuhan, sembari berkata: “Aku menyembah-Mu, ya Allah! Tiada Tuhan selain Engkau. Hanya Engkaulah yang kusembah sepanjang hidupku.”

Apakah Anda tidak muntah melihat kelakuan orang ini?

Bila Anda saja bisa merasakan kejijikan terhadap perilaku seperti itu, apalagi Tuhan yang diklaim oleh Muslim sebagai Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana?

Jijiknya Tuhan terhadap sifat penjilat ini terungkap dari perkataan Tuhan kepada nabi Yeremia:

“Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan malapetaka, akibat dari rancangan-rancangan mereka, sebab mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan-Ku dan menolak pengajaran-Ku.
Apakah gunanya bagi-Ku kamu bawa kemenyan dari Syeba dan tebu yang baik dari negeri yang jauh? Aku tidak berkenan kepada korban-korban bakaranmu dan korban-korban sembelihanmu tidak menyenangkan hati-Ku.” (Yeremia 6:19-20)


Begitu juga soal pengakuan Keesaan. Tuhannya Muhammad sangat ingin dirinya diesakan. Kalau yang ditekankan adalah ajaran keesaan, apakah ini sebagai ajaran dari Tuhan yang Benar? Tidak. Sebagaimana kata Rasul Yakobus:

Yakobus 2:19
“Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.”

Jadi, kalau Islam begitu mengesakan Tuhan, itu bukanlah bukti bahwa Islam berasal dari Tuhan, sebab SETAN pun juga mengesakan Tuhan.

Setan pun juga bisa menciptakan ajaran yang mengesakan Tuhan, tapi ada tujuan lain di balik itu, yaitu untuk menyesatkan manusia. Dan juga atas nama ajaran Keesaan itu, ia mengajarkan kejahatan di muka bumi. Kejahatan yang dibungkus dengan kata-kata “Membela Tuhan”.

Sehingga dengan begitu, para pengikut Setan ini merasa dirinya sudah begitu suci sehingga mereka berhak menjadi Hakim buat sesamanya.

Apakah ini berarti secara tersirat, saya hendak mengatakan bahwa Islam adalah agama yang berasal dari Setan? Benar, tepat sekali! Islam memang agama yang berasal dari Setan.

Ketauhidan (peng-esaan Tuhan) dan penyembahan hanyalah sebagai topeng yang dipakai Iblis untuk menipu umat manusia. Sasarannya adalah untuk membuat manusia binasa dan untuk memperolok Tuhan.

KESIMPULAN POIN 1:

Tuhannya Muhammad (Awloh dlm Quran), yang begitu gila penyembahan, adalah bukan Tuhan yang sama dengan Tuhan para nabi. Tuhannya Muhammad adalah tuhan lain yang tidak ada hubungannya dengan para nabi. Justru kalau kita mencocokkannya dengan Bibel, Tuhannya Muhammad identik dengan setan.

Author:  Admin [ Sat Sep 01, 2012 4:57 am ]
Post subject:  Re: Tuhan yang sejati vs Tuhan yang palsu

PENJABARAN POIN 2. TUHAN TIDAK MENGUCAPKAN FIRMAN YANG ISINYA MEMUJI-MUJI DIRINYA SENDIRI

Di dalam Alkitab, tidak semuanya adalah ucapan-ucapan Tuhan. Ada teks yang merupakan deskripsi dari penulis, ada teks yang merupakan doa, syair, pujian atau ucapan hikmat, dan ada teks yang merupakan saduran dari ucapan-ucapan Tuhan yang disampaikan kepada penulis.

Bila kita meneliti khusus pada ucapan-ucapan Tuhan saja, tidak akan kita dapati ucapan Tuhan yang isinya MEMUJI-MUJI diriNya sendiri, seperti: Aku Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Aku Maha Besar, Aku Maha Kuasa, dsb.

Justru yang memuji-muji Tuhan itu adalah manusia dan malaikat di surga.

Contoh, doa nabi Nehemia kepada Tuhan:

Nehemia 1:5 "Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya,”

Nehemia 9:32 “Sekarang, ya Allah kami, Allah yang maha besar, kuat dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya, janganlah Kaupandang remeh segala kesusahan yang telah dialami oleh kami, oleh raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami, imam-imam kami, nabi-nabi kami dan nenek moyang kami, ya oleh seluruh umat-Mu, sejak zaman raja-raja Asyur sampai hari ini.”

Nabi Nehemia menuliskan dalam kitabnya sosok Tuhan sebagai Allah yang maha besar sebagai bentuk pujian kepadaNya:

Nehemia 8:6 (8-7) Lalu Ezra memuji TUHAN, Allah yang maha besar, dan semua orang menyambut dengan: "Amin, amin!", sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah.

Apakah ayat-ayat di atas ucapan Tuhan? Bukan. Tapi ucapan manusia dan teks pujian manusia kepada Tuhan yang Mulia.

Kita simak juga syair Raja Daud berikut:

Mazmur 96:4 “Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.”
Mazmur 99:2 “TUHAN itu maha besar di Sion, dan Ia tinggi mengatasi segala bangsa.”

Mazmur 135:5 “Sesungguhnya aku tahu, bahwa TUHAN itu maha besar dan Tuhan kita itu melebihi segala allah.”
Dan juga kita simak ucapan nabi Daniel berikut:

Daniel 2:45 “tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai."

Daniel 9:4 Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!”
Berikut ini adalah ucapan nubuat nabi Maleakhi tentang apa yang kelak akan diucapkan bangsa Israel tentang Tuhan:

Maleakhi 1:5 Matamu akan melihat dan kamu sendiri akan berkata: "TUHAN maha besar sampai di luar daerah Israel."

Nabi Yesaya memuji Tuhan sebagai Yang Maha Kuasa, Maha Kuat, Maha Tinggi & Maha Kudus:

Yesaya 40:26 “Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.”

Yesaya 2:11 “Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.”

Yesaya 5:16 “Tetapi TUHAN semesta alam akan ternyata maha tinggi dalam keadilan-Nya, dan Allah yang maha kudus akan menyatakan kekudusan-Nya dalam kebenaran-Nya.”

Rasul Yakobus menyebut Tuhan sebagai Maha Penyayang:

Yakobus 5:11 “Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.”

Raja Babel Nebukadnezar pun juga menyebut TUHAN sebagai Allah yang Maha Tinggi:

Daniel 3:26 Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: "Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!" Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu.”

Daniel 4:2 “Aku berkenan memaklumkan tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang telah dilakukan Allah yang maha tinggi kepadaku.”

Demikianlah kita tahu bahwa Tuhannya para nabi, yaitu Tuhan yang Sejati, tak pernah memuji-muji diriNya sendiri, karena Dia memang Sumber Segala Pujian, tak perlu Dia sendiri yang menyanjung-nyanjung diriNya, dan juga bukan Dia yang minta, tetapi segala ciptaan-lah yang akan memuji-muji Dia tanpa diperintah, sebab Besar KemuliaanNya telah disaksikan dan dinyatakan oleh mereka dan kita sekalian.


Mari kita uji, apakah Tuhannya Muhammad juga seperti itu? Atau.... malah kebalikannya? Yaitu jenis Tuhan yang senang memuji-muji dirinya sendiri, minta dipuji-puji, seperti seorang manusia dungu?

QS 1:1
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Coba perhatikan baik-baik ayat di atas!
Itu Tuhan yang ngomong, atau manusia yang ngomong?

Kalau Muslim bilang Alquran adalah ayat-ayat Tuhan, dalam arti, 100% semuanya adalah UCAPAN-UCAPAN TUHAN, berarti perkataan ayat di atas dianggap sebagai ucapan Tuhan.

Nah, Tuhannya Muhammad sedang menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang? Jadi ada 2 tuhan?

Atau, bila nama Allah tersebut untuk menunjuk pada diriNya sendiri, berarti Tuhannya Muhammad sedang memuji-muji diriNya sendiri dan juga sedang berdoa kepada diriNya sendiri?

Tuhannya Muhammad sedang memuji-muji dirinya sendiri sebagai Maha Pemurah dan Maha Penyayang, suatu tabiat yang benar-benar berbeda dengan tabiat Tuhan yang Sejati. Ini adalah sosok Tuhan yang dungu dan menjijikkan.

Mari kita lanjutkan ayat Quran berikutnya.

QS 2:29
“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Lagi-lagi Tuhannya Muhammad memuji diri sendiri dan memamerkan kebodohannya dengan mengatakan dirinya Maha Mengetahui segala sesuatu.

Kalau dia maha mengetahui segala sesuatu, lalu kenapa mengenai di mana harta Kinanah disembunyikan saja tidak tahu, sampai-sampai Muhammad harus menyiksa Kinanah sedemikian keji? Kenapa Muhammad tidak bertanya kepada Tuhannya yang katanya Maha Mengetahui Segala Sesuatu itu? (Ket: Baca Kisah Penyerbuan Muhammad terhadap Suku Yahudi di Khaibar)

Tidaklah heran bila Tuhannya Muhammad tidak tahu di mana harta benda Kinanah disembunyikan, lha wong nama ibunda Yesus saja keliru. Apanya yang maha tahu?

Ini ibarat peribahasa: “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”.

Tuhan yang Asli tidak perlu memuji-muji diriNya sendiri dan meng-klaim secara sepihak diriNya sebagai Yang Maha Tahu, sebab sekalipun Dia tidak bilang, Dia memang sudah maha tahu sejak dulu dan sampai kapan pun.

Justru tuhan yang memuji-muji dirinya sendiri menunjukkan kalau dia bukan Tuhan, tapi ‘makhluk lain yang menyamar’ dan ingin menyamakan dirinya dengan Tuhan. Ini adalah jenis tuhan yang dungu dan sudah selayaknya kita memandang rendah sosok tuhan yang demikian.

QS 2:37
“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

QS 2:95
“Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya.”

QS 2:96
“Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

QS 2:106
“Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?”

Ayat di atas bila diterjemahkan ke bahasa yang mudah dimengerti, demikian:

“Ayat mana saja yang AKU batalkan, atau AKU membuat manusia lupa pada ayat tersebut (tidak ingat lagi pada ayat lama yang sudah dibatalkan Awloh), AKU datangkan ayat baru yang lebih baik daripada yang lama; tidakkah kamu tahu bahwa sesungguhnya AKU maha kuasa atas segala sesuatu?”

Itu adalah klaim-klaim dari Tuhannya Muhammad yang mengatakan bahwa dirinya maha kuasa atas segala sesuatu, sehingga dia berhak membatalkan ayat-ayat sebelumnya dan bikin ayat-ayat baru yang lebih enak dan menguntungkan buat muslim.

QS 2:109
“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

QS 2:110
“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.”

QS 2:115
“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

QS 2:116
“Mereka (orang-orang kafir) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.”

Ayat di atas menyatakan kalau orang Kristen berkata: “Allah punya anak”, kemudian Awloh memuji diriNya sendiri dengan perkataan: “Maha Suci Allah”

QS 2:143
“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.”

QS 2:148
“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Tuhannya Muhammad mengklaim dirinya sendiri sebagai Maha Kuasa, tapi ia tidak maha kuasa. Terbukti ia harus dibela oleh para pengikutnya dengan bakar-bakar rumah ibadah umat lain. Di manakah letak kemahakuasaan Tuhannya Muhammad? Apakah Awloh itu RAJANYA PARA PENYAMUN?

QS 2:158
“Sesungguhnya Shafaa dan Marwah adalah sebahagian dari syi`ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa`i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”

QS 2:160
“kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

QS 2:163
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

QS 2:173
“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

QS 2:181
“Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

QS 2:182
“(Akan tetapi) barangsiapa khawatir terhadap orang yang berwasiat itu, berlaku berat sebelah atau berbuat dosa, lalu ia mendamaikan antara mereka, maka tidaklah ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

QS 2:199
“Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (`Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

QS 41:36
“Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Dan masih banyak lagi ayat-ayat Tuhannya Muhammad yang berisi puji-pujian kepada dirinya sendiri, yang sekiranya ditampilkan semua di sini tidak akan muat dan akan membosankan.

KESIMPULAN POIN 2:

Tuhannya Muhammad tidak sama dengan Tuhannya para nabi.

Tuhannya para nabi tidak pernah memuji-muji diriNya sendiri, sebaliknya Tuhannya Muhammad suka memuji-muji dirinya sendiri seperti ‘Tong Kosong Nyaring Bunyinya’.

Ini adalah tabiat kedua yang membedakan Tuhannya Muhammad (AWLOH) dengan Tuhan para nabi.

Author:  Admin [ Sat Sep 01, 2012 5:01 am ]
Post subject:  Re: Tuhan yang sejati vs Tuhan yang palsu

PENJABARAN POIN 3. TUHAN TIDAK PERNAH BERSUMPAH DEMI BENDA CIPTAAN

Ini merupakan tabiat ketiga dari Tuhan yang Sejati, yang membedakan Awloh dengan Tuhan Para Nabi.

Telusurilah mulai dari kitab Kejadian hingga kitab Wahyu, adakah Tuhan pernah bersumpah demi bintang, demi gunung/bukit atau bahkan demi jin/setan?

Tidak, sama sekali tidak pernah dan memang tidak akan pernah kita jumpai jenis sumpah yang seperti itu terlontar keluar dari mulut Tuhan yang Sejati.

Secara logis, apabila manusia bersumpah, ia akan bersumpah demi otoritas yang lebih tinggi darinya, yang dapat menghukum atau mengutuknya apabila ia melanggar sumpah yang ia ucapkan.

Sumpah yang benar yang mesti diucapkan oleh manusia untuk meneguhkan kebenaran sumpahnya, adalah bersumpah demi Tuhan. Ada jenis-jenis sumpah yang dilarang oleh Tuhan, misal: bersumpah demi langit, bersumpah demi benda-benda angkasa atau bersumpah demi rambut kepala kita sendiri.

Saya akan berikan contoh sumpah yang salah:

“Aku bersumpah demi langit; bila aku bohong, biarlah langit runtuh menimpaku.”

“Aku bersumpah demi matahari; bila aku melanggarnya, biarlah matahari tidak lagi bersinar dan untuk selamanya membuat dunia ini gelap.”

“Aku bersumpah demi rambut di kepalaku; bila aku melanggarnya, biarlah rambut di kepalaku semuanya berubah menjadi putih ...atau... semuanya rontok sehingga kepalaku menjadi botak.”

Sumpah-sumpah yang demikian kerap diucapkan oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan.

Dan Tuhan di masa nabi-nabi memerintahkan umatNya agar hanya bersumpah demi nama Tuhan saja, tidak boleh bersumpah demi nama tuhan lain.

Yeremia 5:7
Bagaimana, kalau begitu, dapatkah Aku mengampuni engkau? Anak-anakmu telah meninggalkan Aku, dan BERSUMPAH DEMI YANG BUKAN ALLAH. Setelah Aku mengenyangkan mereka, mereka berzinah dan bertemu ke rumah persundalan.

Amos 8:12-14
Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."

Zefanya 1:5
mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom,

Matius 5:36
janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.

Yesaya 65:16
sehingga orang yang hendak mendapat berkat di negeri akan memohon berkat demi Allah yang setia, dan orang yang hendak bersumpah di negeri akan bersumpah demi Allah yang setia, sebab kesesakan-kesesakan yang dahulu sudah terlupa, dan sudah tersembunyi dari mata-Ku."

Yeremia 12:16
Dan jika mereka sungguh-sungguh belajar cara hidup umat-Ku sehingga bersumpah demi nama-Ku: Demi TUHAN yang hidup (seperti tadinya mereka mengajar umat-Ku untuk bersumpah demi Baal), maka mereka akan dibangun di tengah-tengah umat-Ku.

Nabi Ibrahim pun bersumpah demi Tuhan:

Kejadian 14:22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi:

Yakub pun bersumpah demi Tuhan:

Kejadian 31:53 Allah Abraham dan Allah Nahor, Allah ayah mereka, kiranya menjadi hakim antara kita." Lalu Yakub bersumpah demi Yang Disegani (=TUHAN) oleh Ishak, ayahnya.

Yosua mengingatkan umat Israel agar tidak berzinah dengan tuhan lain:

Yosua 23:7 “dan supaya kamu jangan bergaul dengan bangsa-bangsa yang masih tinggal di antaramu itu, serta mengakui nama allah mereka dan bersumpah demi nama itu, dan beribadah atau sujud menyembah kepada mereka.”

Raja Daud dan Yonatan juga bersumpah demi nama Tuhan:

1 Samuel 20:42 Kemudian berkatalah Yonatan kepada Daud: "Pergilah dengan selamat; bukankah kita berdua telah bersumpah demi nama TUHAN, demikian: TUHAN akan ada di antara aku dan engkau serta di antara keturunanku dan keturunanmu sampai selamanya."

Mazmur 63:11 (63-12) Tetapi raja akan bersukacita di dalam Allah; setiap orang, yang bersumpah demi Dia, akan bermegah, karena mulut orang-orang yang mengatakan dusta akan disumbat.

Nabi Musa memperingatkan, bahwa setiap orang yang telah bersumpah dengan Tuhan, tidak boleh melanggarnya atau akan menerima akibatnya:

Bilangan 30:2 Apabila seorang laki-laki bernazar atau bersumpah kepada TUHAN, sehingga ia mengikat dirinya kepada suatu janji, maka janganlah ia melanggar perkataannya itu; haruslah ia berbuat tepat seperti yang diucapkannya.

Dan ini perintah nabi Isa untuk umat Perjanjian Baru:

Matius 5:
33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,
35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;
36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.
37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Umat Allah haruslah selalu berkata jujur, apabila Ya katakan ya, apabila Tidak katakan tidak. Sehingga dengan demikian, kebenaran setiap ucapan kita tidaklah mesti ditopang oleh adanya sumpah; walau tidak bersumpah sekalipun ucapan kita sudah pasti benar dan tidak berbohong. Ini adalah ajaran junjunganku, Isa Almasih, yang tidak dimiliki oleh para Muslim.

Apabila manusia bersumpah haruslah bersumpah demi nama Tuhan, lalu bagaimana bila Tuhan sendiri yang bersumpah? Apakah di atas Tuhan ada Penguasa Lain yang lebih Maha Kuasa? Tidak. Tuhan adalah Penguasa Tertinggi di Jagat Raya ini. Apabila Tuhan bersumpah, Ia akan bersumpah demi DiriNya sendiri, demi NamaNya sendiri Ia akan bersumpah sebab di atas Tuhan tidak ada lagi.

Mari kita simak ayat-ayat kitab suci berikut ini.

Kejadian 22:16
kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri—demikianlah firman TUHAN—:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku......

Keluaran 32:13
Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya."

Mazmur 89:35-36
Sekali Aku bersumpah demi kekudusan-Ku, tentulah Aku tidak akan berbohong kepada Daud:

Yesaya 62:8
TUHAN telah bersumpah demi tangan kanan-Nya, demi tangan kekuatan-Nya: "Sesungguhnya, Aku tidak akan memberi gandummu lagi sebagai makanan kepada musuhmu, dan sesungguhnya, orang-orang asing tidak akan meminum air anggurmu yang telah kauhasilkan dengan bersusah-susah;

Yeremia 22:5
Tetapi jika kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan ini, maka Aku sudah bersumpah demi diri-Ku, demikianlah firman TUHAN, bahwa istana ini akan menjadi reruntuhan.

Yeremia 44:26
Maka dengarkanlah firman TUHAN, hai semua orang Yehuda yang diam di tanah Mesir: Sesungguhnya, AKU TELAH BERSUMPAH DEMI NAMA-KU YANG BESAR—firman TUHAN—bahwa nama-Ku tidak akan diserukan lagi oleh seseorang Yehuda di segenap tanah Mesir, dengan berkata: Demi Tuhan ALLAH yang hidup!

Yeremia 49:13
Sebab Aku telah bersumpah demi diri-Ku, demikianlah firman TUHAN, bahwa Bozra akan menjadi ketandusan, cela, keruntuhan dan kutuk, dan segala kotanya akan menjadi reruntuhan yang kekal."

Yeremia 51:14 TUHAN semesta alam telah bersumpah demi diri-Nya sendiri: Sungguhpun engkau penuh dengan manusia-manusia seperti belalang, tetapi orang akan mengangkat pekik pertempuran terhadapmu.

Amos 4:2
Tuhan ALLAH telah bersumpah demi kekudusan-Nya: sesungguhnya, akan datang masanya bagimu, bahwa kamu diangkat dengan kait dan yang tertinggal di antara kamu dengan kail ikan.

Amos 6:8
Tuhan ALLAH telah bersumpah demi diri-Nya, —demikianlah firman TUHAN, Allah semesta alam—:"Aku ini keji kepada kecongkakan Yakub, dan benci kepada purinya; Aku akan menyerahkan kota serta isinya."

Amos 8:7
TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: "Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka!

Yang dimaksud dengan “Kebanggaan Yakub” dalam ayat di atas adalah Allah sendiri, Allah yang disembah Abraham, Ishak dan Yakub.

Yesaya 45:23
Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa,


Sungguh luar biasa, Tuhan yang saya kenal di dalam Alkitab adalah memang sungguh-sungguh Tuhan, tidak melawan AKAL SEHAT dan SANGAT LOGIS.

Tidak akan pernah saya temukan satu pun perkataan: TUHAN BERSUMPAH DEMI BINTANG atau TUHAN BERSUMPAH DEMI GUNUNG.

Sungguh, Tuhan dalam Alkitab adalah memang benar-benar TUHAN YANG SEJATI.


Sekarang, mari kita bandingkan dengan perkataan-perkataan Tuhannya Muhammad dalam Alquran, apakah Tuhannya Muhammad juga mengucapkan sumpah yang sesuai AKAL, atau justru bersumpah secara ****, yaitu bersumpah dengan bintang, dengan bulan atau dengan gunung? Mari kita simak ayat-ayat berikut.

QS 56:75-79
Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui, sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.

QS 75:1-3
Aku bersumpah dengan hari kiamat, dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). Apakah manusia mengira, bahwa kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?

QS 81:15-25
"Sungguh, Aku bersumpah demi bintang-bintang yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy (Tahta), yang dita'ati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gilla. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil (pendusta) untuk menerangkan yang ghaib. Dan Al Qur'an itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk”


Coba simak ayat di atas, demi meyakinkan orang Arab kalau Muhammad itu bukan orang gila dan Alquran bukan perkataan setan yang terkutuk, Awloh bersumpah demi bintang dan fajar....! Sedemikian rendahnya derajat Awloh sampai harus menyumpah-nyumpah agar nabi dan kitab sucinya diakui oleh manusia. Kasihan.....!

Lagian, Awloh juga bersumpah palsu! Katanya Alquran bukan perkataan Setan, tapi Jin juga menyumbang ayat di Surat Al-Jin (QS 72)!!!!!!!!!

QS 84:16-19
Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja, dan dengan malam dan apa yang diselubunginya, dan dengan bulan apabila jadi purnama, sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).

QS 90:1-4
Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah), dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini, dan demi bapak dan anaknya. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

KESIMPULAN POIN 3:

Tuhannya Muhammad tidak maha kuasa, dan dia bukan Tuhan.
Tuhan tidak akan sebodoh itu ucapanNya.

Bersambung....

Author:  Admin [ Sat Sep 01, 2012 5:06 am ]
Post subject:  Re: Tuhan yang sejati vs Tuhan yang palsu

PENJABARAN POIN 4 : TUHAN YG ESA AKAN MEMAKAI KATA GANTI “AKU” UNTUK MENYEBUT DIRINYA SEWAKTU BERFIRMAN KEPADA MANUSIA

Tuhannya para nabi, sewaktu Ia berfirman kepada manusia, Tuhan selalu menunjuk dirinya sebagai “AKU”. Kenapa “Aku”? Sebab Tuhan itu Esa. Ia tidak ingin memberikan kesan “jamak” pada identitas diriNya, sehingga Ia memakai kata ganti orang pertama tunggal sewaktu berfirman kepada manusia.

Bila kita telusuri [color=#804000]perkataan-perkataan Tuhan yg ditujukan kepada manusia
mulai dari Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu, tak pernah Tuhan berfirman memakai kata ganti “KAMI”. Dia selalu konsisten memakai kata ganti “AKU”.

Mari kita simak ayat-ayat contoh berikut.

Firman Allah kepada manusia yg baru diciptakanNya:

Kejadian 1:29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Firman Allah kepada Iblis yg telah menggoda Adam sehingga jatuh ke dalam dosa:

Kejadian 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Firman Allah kepada nabi Nuh setelah ia dan keluarganya diselamatkan dari air bah:

Kejadian 9:9 "Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu,

Kejadian 9:12 Dan Allah berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya:

Kejadian 9:13 Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.

Firman Allah kepada nabi Ibrahim:

Kejadian 12:2-3 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Firman Allah kepada nabi Musa:

Keluaran 3:12 Lalu firman-Nya: "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini."

Keluaran 3:14 Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."

Firman Allah kepada nabi Daud:

2 Samuel 5:19 bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?" TUHAN menjawab Daud: "Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu."

2 Samuel 7:4-16
Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian:
"Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?
Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman.
Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras?
Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.
Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.
Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu.
Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.
Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.
Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu.
Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."

Firman Allah kepada nabi Yesaya:

Yesaya 49:6 "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Yesaya 50:2-3 Mengapa ketika Aku datang tidak ada orang, dan ketika Aku memanggil tidak ada yang menjawab? Mungkinkah tangan-Ku terlalu pendek untuk membebaskan atau tidak adakah kekuatan pada-Ku untuk melepaskan? Sesungguhnya, dengan hardik-Ku Aku mengeringkan laut, Aku membuat sungai-sungai menjadi padang gurun; ikan-ikannya berbau amis karena tidak ada air dan mati kehausan. Aku mengenakan pakaian kelam kepada langit dan menyelimutinya dengan kain kabung."

Firman Allah kepada nabi Zakharia:

Zakharia 3:8-9 Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu—sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas. Sebab sesungguhnya permata yang telah Kuserahkan kepada Yosua—satu permata yang bermata tujuh—sesungguhnya Aku akan mengukirkan ukiran di atasnya, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan Aku akan menghapuskan kesalahan negeri ini dalam satu hari saja.

Firman Allah kepada rasul Yohanes:

Wahyu 21:5-7 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar." Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

Ayat-ayat di atas membuktikan, bahwa memang tidak pernah Tuhan berfirman kepada manusia memakai kata ganti “KAMI” melainkan “AKU”. Dan penggunaan kata “AKU” di sini sungguhlah tepat, sebab Tuhan itu ESA.

Sekarang, mari kita selidiki, apakah Awloh dalam Alquran juga konsisten memakai kata ganti yg sama seperti ketika Tuhan berfirman kepada para nabi dan hambaNya?

Apabila dalam hal penggunaan kata ganti ini tidak sama, maka itu membuktikan bahwa Awloh bukan Tuhannya para nabi. [/color]

Mari kita simak ayat-ayat kutipan berikut.

QS 2:3
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,

Siapa “KAMI” dalam ayat di atas? Apakah itu menunjuk pada ‘tuhan’? Apakah Tuhan itu jamak?

Bila kata “Kami” di atas tersebut dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan budaya Arab, untuk maksud penghalusan kata atau mengungkapkan penghormatan, berarti Awloh adalah tuhannya Arab. Kenapa saya katakan demikian? Sebab Tuhan Pencipta Alam Semesta tidak terikat oleh budaya setempat, Dia universal, bahasaNya dapat diterima oleh seluruh bangsa. Dia akan menggunakan kaidah-kaidah bahasa yang umum. Jika Awloh menggunakan bahasa yg dikhususkan untuk menyesuaikan dengan budaya Arab, berarti Awloh bukan Tuhan, tapi ia adalah dewanya bangsa Arab, sebagaimana bangsa-bangsa terbelakang di dunia juga masing-masing memiliki dewanya sendiri-sendiri yg disesuaikan dengan budaya lokal.

Tentu saja Muhammad akan protes kalau Awloh diklaim sbg tuhannya orang Arab saja; maka penjelasan logis untuk ini adalah bahwa kata “KAMI” menunjuk pada tiga oknum yang terlibat dalam persekongkolan Iblis ini, yaitu Awloh+Jibril+Muhammad. Muhammad dengan sangat lihai dan penuh kehati-hatian ia diam-diam memasukkan dirinya dalam cakupan tersebut dengan kata ganti jamak “KAMI”.

Muhammad adalah orang yang mengalami kelainan jiwa akut, dan dalam pandangannya ia menyangka bahwa nabi boleh disetarakan dengan Tuhan, sebab ia adalah Sahabat Dekat Tuhan sehingga ia di dunia menjadi Wali Tuhan bagi manusia. Pandangannya ini dipengaruhi oleh orang-orang yg pernah dekat dengannya, antara lain Waraqah yang menjadikan Yesus sebagai sosok yang mulia dan orang-orang Yahudi yg menjadikan Musa sebagai sosok mulia mereka. Musa dan Yesus sama-sama dianggap sebagai Wali Tuhan di bumi.

Kedua tokoh itu telah mempesona Muhammad, sehingga dirinya pun ingin menjadi tokoh seperti mereka, bahkan lebih agung dari Musa dan Yesus.

Ini adalah ambisi gila seorang yg mengidap kelainan jiwa akut. Dan keberuntungannya adalah, ia sukses karena ditopang oleh gerombolan anak-anak muda dari Madinah yang bermoral bejat, mereka adalah gerombolan perampok dan tukang perkosa. Muhammad berhasil merekrut orang-orang gelandangan itu untuk menjadi pasukan tempurnya. Pemberian kepuasan syahwat dan harta haram sebagai insentif membuat mereka begitu mencintai Muhammad sampai-sampai ludah dan keringatnya dijadikan obat mujarab.

Kembali ke topik.

Mari kita simak ayat Quran lainnya.

QS 2:23
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

Bagaimana dengan ayat di atas? Muhammad diposisikan di luar kata “Kami”? Ya, Muhammad diposisikan di luar kata ‘kami’, secara tata bahasa hal itu dimungkinkan. Karena salah satu oknum sedang dibicarakan, maka untuk sementara oknum bersangkutan berada di luar kelompoknya. Sehingga kalau kita menyimak konteks ayat di atas, maka “Kami” yang mengutus Muhammad di sini adalah “Awloh + Malaikat Jibril”.

Di bagian lain, Muhammad lebih mempertegas lagi bahwa dirinya memang bagian dari kata “Kami”. Ini salah satu bukti ayatnya:

QS 70:40-41
Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang; sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa. Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan.

Pertama-tama, Muhammad bilang: “Aku bersumpah dengan Tuhan”. Kemudian pada kalimat selanjutnya, ia menggabungkan diri dengan Tuhan dengan kata-kata “KAMI benar-benar Mahakuasa dan KAMI tidak terkalahkan.”

Apakah ini masuk akal? Benarkah Muhammad mahakuasa? Secara halusinasi iya. Muhammad memang merasa dirinya pernah mendampingi Allah di surga sebagai NUR-E-MUHAMMAD (ket: baca dongeng-dongeng Islam). Dan dia bersama Awloh pernah berfirman kepada malaikat dan nabi Adam:

QS 2:34
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

QS 2:38
Kami berfirman: "Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati".

Bukti konkrit lain bahwa Muhammad memang tergabung dalam kata ganti “Kami” tersebut adalah adanya kata-kata yang jelas kasat mata bahwa Muhammad menduetkan dirinya dg Awloh, sebagai “Allah dan Rasul...”... “Allah dan Rasul....”. (Ada ratusan ayat seperti ini yg dpt kita temukan).

Dari ayat-ayat contoh di atas, maka kita dapat menilai bahwa ada cukup besar perbedaaan antara Awloh dengan Tuhan. Dan Awloh di sini adalah “tuhan kolektif” yang menggabungkan dirinya dengan beberapa oknum lain. Mengenai ini akan diulas di poin 6, tentang penggunaan kata “Allah dan Rasul”.

KESIMPULAN POIN 4:

Awloh bukan Tuhan, sebab Tuhan Asli tak pernah menyatakan diriNya dengan kata Kami (kecuali ketika Dia berbicara sendiri antara PribadiNya – lihat Kej 1:26, Kej 3:22, Yoh 17:21-22).

Kita selidiki seluruh perkataan-perkataan Tuhan dalam Bibel yg ditujukan kepada manusia, semuanya memakai kata ganti “AKU”.

Tetapi Awloh tidak konsisten, kadang memakai kata “Aku” dan lebih sering memakai kata “Kami”. Jelas sudah, bahwa Awloh TIDAK SAMA dengan Tuhan.

Secara maknawi, Awloh identik dengan setan, dan secara manusiawi Awloh tidak lain adalah diri pribadi Muhammad sendiri.

Author:  Admin [ Sat Sep 01, 2012 5:15 am ]
Post subject:  Re: Tuhan yang sejati vs Tuhan yang palsu

PENJABARAN POIN 5: TUHAN TIDAK MENSEJAJARKAN NAMANYA DENGAN NAMA NABINYA

Dari dalam kitab Yudaisme (=Bibel) tak ada satu pun ayat yang berisi kata-kata: "Aku dan Nabi" atau "Tuhan dan Nabi" atau "Allah dan Rasul".

Kedudukan Pengutus tetap di atas yang diutus. Jadi tidak mungkin Pengutus mensejajarkan namaNya dengan yang diutus, kecuali itu firman palsu yg tersisipi EGO nabinya.

Kita telah tahu, bahwa Allahnya Muhammad bukan Tuhan, tetapi ia tak lebih dari gambaran pribadi Muhammad secara manusiawi, dan secara rohani ia adalah citra Setan. Maka penjelasan poin keenam ini berfokus pada Muhammadnya sebagai si penyampai ayat. Karena MUHAMMAD itulah Allah!!!!!!

Inilah ayat-ayat QURAN yang membuktikan makna kata KAMI (=ALLAH/JIBRIL+MUHAMMAD)

Muhammad mensejajarkan namanya dengan Allah.

Bacalah:

QS 3:132
Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, supaya kamu diberi rahmat.

QS 4:13
Segala hukum yang tersebut adalah batas-batas (Syariat) Allah dan sesiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, akan dimasukkan oleh Allah ke dalam Syurga yang mengalir dari bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya dan itulah kejayaan yang amat besar.

QS 4:14
Dan sesiapa yang derhaka kepada Allah dan RasulNya dan melampaui batas-batas SyariatNya, akan dimasukkan oleh Allah ke dalam api Neraka, kekallah dia di dalamnya dan baginya azab seksa yang amat menghina.

QS 4:59
Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

QS 4:69
Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin [314], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

QS 4:80
Sesiapa yang taat kepada Rasulullah, maka sesungguhnya dia telah taat kepada Allah dan sesiapa yang berpaling ingkar, maka (janganlah engkau berdukacita wahai Muhammad), kerana Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pengawal (yang memelihara mereka dari melakukan kesalahan).

QS 4:92
Dan taatlah kamu kepada Allah serta taatlah kepada Rasul Allah dan awaslah (janganlah sampai menyalahi perintah Allah dan RasulNya). Oleh itu, jika kamu berpaling (enggan menurut apa yang diperintahkan itu), maka ketahuilah, bahawa sesungguhnya kewajipan Rasul Kami hanyalah menyampaikan (perintah-perintah) dengan jelas nyata.

QS 8:1
Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang harta rampasan perang. Katakanlah: Harta rampasan perang itu (terserah) bagi Allah dan bagi RasulNya (untuk menentukan pembahagiannya). Oleh itu, bertakwalah kamu kepada Allah dan perbaikilah keadaan perhubungan di antara kamu, serta taatlah kepada Allah dan RasulNya, jika betul kamu orang-orang yang beriman.

QS 8:20
Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu berpaling daripadanya, sedang kamu mendengar (Al-Quran yang mewajibkan taatnya).

QS 8:46
Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak nescaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar.

QS 9:71
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, setengahnya menjadi penolong bagi setengahnya yang lain; mereka menyuruh berbuat kebaikan dan melarang daripada berbuat kejahatan dan mereka mendirikan sembahyang dan memberi zakat, serta taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

QS 24:47
Dan (di antara orang-orang yang tidak dikehendakiNya ke jalan yang lurus ialah) mereka yang berkata: Kami beriman kepada Allah dan kepada RasulNya serta kami taat; kemudian sepuak dari mereka berpaling (membelakangkan perintah Allah dan Rasul) sesudah pengakuan itu dan (kerana berpalingnya) tidaklah mereka itu menjadi orang-orang yang sebenarnya beriman.

QS 24:51
Sesungguhnya perkataan yang diucapkan oleh orang-orang yang beriman ketika mereka diajak ke pada Kitab Allah dan Sunnah RasulNya, supaya menjadi hakim memutuskan sesuatu di antara mereka, hanyalah mereka berkata: Kami dengar dan kami taat: dan mereka itulah orang-orang yang beroleh kejayaan.

QS 24:52
Dan sesiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya dan takut melanggar perintah Allah serta, menjaga dirinya jangan terdedah kepada azab Allah, maka merekalah orang-orang yang beroleh kemenangan.

QS 24:54
Katakanlah lagi (kepada mereka): Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada Rasul Allah. Kemudian jika kamu berpaling ingkar maka ketahuilah bahawa sesungguhnya Rasul Allah hanya bertanggungjawab akan apa yang ditugaskan kepadanya dan kamu pula bertanggungjawab akan apa yang ditugaskan kepada kamu dan jika kamu taat kepadanya nescaya kamu beroleh hidayat petunjuk dan (sebenarnya) Rasul Allah hanyalah bertanggungjawab menyampaikan perintah-perintah Allah dengan penjelasan yang terang nyata.

QS 33:33
Dan hendaklah kamu tetap diam di rumah kamu serta janganlah kamu mendedahkan diri seperti yang dilakukan oleh orang-orang Jahiliah zaman dahulu dan dirikanlah sembahyang serta berilah zakat dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah (perintahkan kamu dengan semuanya itu) hanyalah kerana hendak menghapuskan perkara-perkara yang mencemarkan diri kamu wahai "AhlulBait" dan hendak membersihkan kamu sebersih-bersihnya (dari segala perkara yang keji).

QS 33:36
Dan tidaklah harus bagi orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara (tidaklah harus mereka) mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata.

QS 33:71
Supaya Dia memberi taufik dengan menjayakan amal-amal kamu dan mengampunkan dosa-dosa kamu dan (ingatlah) sesiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya dia telah berjaya mencapai sebesar-besar kejayaan.

QS 47:33
Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada Rasul Allah dan janganlah kamu batalkan amal-amal kamu!

QS 48:17
Tidaklah menjadi salah kepada orang buta dan tidaklah menjadi salah kepada orang tempang dan tidaklah menjadi salah kepada orang sakit (tidak turut berperang, kerana masing-masing ada uzurnya) dan (ingatlah), sesiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, akan dimasukkannya ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai dan sesiapa yang berpaling ingkar, akan diseksanya dengan azab yang tidak terperi sakitnya.

QS 49:14
Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

QS 58:13
Adakah kamu takut (akan kemiskinan) kerana kerap kali kamu memberi sedekah sebelum kamu mengadap? Kalau kamu tidak melakukan (perintah) itu dan Allah pun memaafkan kamu (kerana kamu tidak mampu), maka dirikanlah sembahyang dan berikanlah zakat (sebagaimana yang sewajibnya), serta taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya. Dan (ingatlah), Allah Maha Mendalam PengetahuanNya akan segala amalan yang kamu lakukan.

QS 64:12
Dan taatlah kamu kepada Allah serta taatlah kepada Rasulullah; maka kalau kamu berpaling (enggan taat, kamulah yang akan menderita balasannya yang buruk), kerana sesungguhnya kewajipan Rasul Kami hanyalah menyampaikan (perintah-perintah) dengan jelas nyata.

QS 72:23
Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

Hanya nabi sinting saja yang menjajarkan namanya sendiri dengan nama Allah (tuhan).
Durhaka pada Muhammad = durhaka pada Allah
Tidak taat pada Muhammad = tidak taat pada Allah
Tidak hormat pada Muhammad = tidak hormat pada Allah
Menentang Muhammad = menentang Allah


Tidakkah kau lihat KEGANJILAN di sini? Siapakah Muhammad itu? Jika dia hanya orang biasa penyampai berita saja, mengapa pula manusia harus memperlakukannya sama seperti memperlakukan Tuhan agar bisa masuk surga? Saya katakan sekali lagi: kau sudah ditipu oleh orang biasa yang mengaku sebagai Rasul Allah.


ALLAH & RASUL sebagai DUET IDOLA

Untuk direnungkan:

Bila Muhammad memang benar-benar utusan Allah sesembahan Israel, seharusnya Muhammad tdk memasukkan dirinya sebagai salah satu unsur dalam “DUET IDOLA” (allah dan rasul.....allah dan rasul.....allah dan rasul.....dst sampe bosan!)

Saya ambil satu contoh tulisan Muhammad:

Dan barangsiapa yg mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yg menghinakan. (QS 4:14)

Ayat di atas menunjukkan EGO, dan bukan menunjukkan kemurnian dari seorang utusan Tuhan.

Akan sangat TINGGI NILAINYA bila ayat tersebut tertulis begini:

Dan barangsiapa yg mendurhakai Allah dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yg menghinakan. (Surat Duladi ayat 1)


Saya ambil contoh tulisan Muhammad yg lain:

Sesungguhnya orang-orang yg menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yg menghinakan. (QS 33:57)

Ayat di atas menunjukkan EGO, dan bukan menunjukkan kemurnian dari seorang utusan Tuhan.

Akan sangat TINGGI NILAINYA bila ayat tersebut tertulis begini:

Sesungguhnya orang-orang yg menyakiti hati Allah, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yg menghinakan. (Surat Duladi ayat 2)


Saya ambil contoh tulisan yg lain:

Sesungguhnya orang-orang yg menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yg sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti yg nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yg menghinakan. (QS 58:5)

Ayat di atas menunjukkan EGO, dan bukan menunjukkan kemurnian dari seorang utusan Tuhan.

Akan sangat TINGGI NILAINYA bila ayat tersebut tertulis begini:

Sesungguhnya orang-orang yg menentang Allah pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yg sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Allah telah menurunkan bukti-bukti yg nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yg menghinakan. (Surat Duladi ayat 3)


Dgn adanya DUET IDOLA itu, maka secara nalar dapat dipastikan bahwa perkataan-perkataan Muhammad memang bukan perkataan-perkataan Tuhan Sang Pencipta.

Tulisan-tulisan Muhammad tersebut menjadi rendah mutunya dan tdk bisa diyakini sebagai ucapan Tuhan karena kemasukan EGO.

Ayat-ayat itu sangat sarat dgn EGO seorang manusia yg ingin diakui, dipatuhi dan ditakuti. Muhammad telah menyetarakan dirinya dgn allah buatannya sendiri, yaitu allah taala Sang Dewa Bulan.

Dari ayat-ayat Quran, kita bisa membayangkan bagaimana Muhammad semasa hidupnya mendakwai orang-orang Yahudi dan Arab Nasrani.
Kira-kira begini:
Muhammad sambil membawa lembaran-lembaran Quran, dia berseru kepada orang-orang kafir: “Barangsiapa menentang Allah.... (sambil menunjuk lembaran Quran yg dibawanya) ....... dan RasulNya (sambil menunjuk dirinya sendiri)........ telah disediakan baginya siksa ...bla bla bla....”

Ini sesuai dengan QS 4:59
Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya

Jadi:
----> Kitab Quran = allahnya Muhammad, yg dijadikan landasan bagi kerasulannya, agar orang mau patuh kepadanya

Bila Awloh ternyata hanya berupa KITAB, betapa dungunya Muslim sedunia yang menyangka Awloh mereka adalah Pencipta Alam Raya.


Dgn adanya DUET IDOLA itu, akhirnya menjadi jelas juga makna dari kata ‘KAMI’. “Kami” = Duet Idola = allah dan rasul. (Lebih rinci lagi: Allah+Jibril+Muhammad)

Coba kita simak ayat yg tadi:

Sesungguhnya orang-orang yg menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan. Sesungguhnya KAMI telah menurunkan bukti-bukti yg nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yg menghinakan. (QS 58:5)

Muhammad selalu menuliskan dirinya berdampingan dgn allah, (allah dan rasulnya), dan kemudian pada kalimat selanjutnya dia memakai kata ganti KAMI. Coba simak ayat di atas. Allah dan Rasul-Nya ...=... KAMI


Jelas sudah Saudara-saudaraku, bahwa Muhammad adalah seorang BAJINGAN yg telah menipu kita semua.

Kesimpulan :
Awloh dan Muhammad sejajar .
Boleh dibilang menjadi hamba Awloh sama dengan menjadi hamba Muhammad


Artinya sekarang melalui 5 penjabaran ini Awlohnya -Muhammad bukan Tuhan

:D :D

Author:  rudijakarta [ Tue Feb 23, 2016 2:43 pm ]
Post subject:  Re: Tuhan yang sejati vs Tuhan yang palsu

doktrik . nanti juga tahu ahhh
http://forum.bitdefender.com/index.php? ... SID=307748

Author:  alatku [ Mon Nov 21, 2016 10:57 pm ]
Post subject:  Re: Tuhan yang sejati vs Tuhan yang palsu

http://vitalitastangerang.com/obat-pela ... plant.html
http://vitalitastangerang.com/obat-peninggi-badan.html
http://vitalitastangerang.com/obat-penggemuk-badan.html
http://wahyukesehatan.com/obat-perangsa ... zard-cair/
http://vitalitastangerang.com/hammer-of-thor.html
http://klg48.com/

Page 1 of 1 All times are UTC
Powered by phpBB © 2000, 2002, 2005, 2007 phpBB Group
http://www.phpbb.com/